Ads 468x60px

Pages

Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2014

BlackBerry Z30 to launch in Asia Next Week US Launch 2 3 Weeks Later









article-title




















BlackBerry plans to launch its flagship BlackBerry Z30 in Asia next week, people familiar with the matter told Pocket-lint.
The launch date for the BlackBerry Z30, a 5-inch BB10 smartphone that was long-associated with the A10 codename, makes sense given BlackBerry is holding an event France, Malaysia and India on 18 September. Our sources were able to confirm the BlackBerry Z30 will be debuted at the Malaysia event specifically - though France and India are more than likely to see the handset, as well. 
A BlackBerry spokesperson declined to provide official confirmation. 
lot has been leaked about the BlackBerry Z30, the latest flagship out of BlackBerry that is set to replace the BlackBerry Z10. Leaks over the summer have indicated the handset will carry a 5-inch Super AMOLED display with a resolution of 1280 x 768, 1.7GHz dual-core processor with 2GB RAM, BBOS 10.2.0.1442, and a 2,880mAh battery. Other rumoured specifications include 16GB internal storage with microSD card support, Qi wireless charging, and a 8-megapixel camera.
According to a source who has had their hands on the BlackBerry Z30, the leaks are accurate for the final build of the handset. Additionally, we have information that BlackBerry will ship a leather backed case that has a “smart cover”-like features built-in. When you flip open the front cover, the screen illuminates like Apples iPad.
Following the launch of the BlackBerry Z30 in Asia, weve gotten word the handset will launch in the US in 2 - 3 weeks. Launch of BlackBerrys new flagship handset comes at a time the company is pursuing a sell or merger of its company. 
Windroid Blog will be bringing you the all the news from the 18 September launch.
Read More..

Kamis, 04 Juli 2013

Inilah alasan kenapa BlackBerry mulai ditinggalkan

Semenjak Android dan platform lain pesaing BlackBerry mulai menggempur berbagai segmen pasar termasuk kelas bisnis yang sebenarnya merupakan segmenn utama RIM, si pembuat BB, belakangan ini RIM semakin kewalahan menghadapi persaingan tersebut.

Ya, di berbagai belahan dunia memang pangsa pasar BlackBerry terus merosot, terkikis oleh nama besar iPhone dan pesatnya pertumbuhan Android.


kelemahan dan kekurangan blackberry, alasan tidak menggunakan blackberry, bb payah, RIM bangkrut

berikut adalah 6 alasan yang membuat para pebisnis mulai enggan menggunakan BlackBerry:

1. RIM tidak lagi bisa dikatakan aman
RIM mengklaim dengan jaringan yang telah dienkripsi, para pengguna BlackBerry bakal aman dari tangan jahil. Tapi itu dulu, kini platform iOS dan lainnya juga menawarkan segi keamanan yang tak kalah.

2. Kepercayaan terhadap RIM yang mulai diragukan
Lumpuhnya layanan BlackBerry Internet Service (BIS) beberapa waktu lalu membuat banyak pengguna kecewa. Padahal para pemakai BlackBerry mengharapkan layanan email yang siap dipakai 24 jam nonstop.

3. Harga yang dianggap terlalu mahal
Soal harga, ponsel BlackBerry memang bukan yang paling terjangkau. Celah ini yang dimanfaatkan para produsen ponsel Android. Dengan harga sama calon pengguna diiming-imingi fitur lebih.

4. Segmen consumer berperan
Cukup lama RIM memfokuskan pengembangan BlackBerry untuk kalangan enterprise, sehingga dinilai telah mengabaikan consumer. iPhone dan Android adalah bukti bahwa gadget yang dibuat untuk orang rumahan pun bisa masuk di kalangan enterprise.

5. Produktivitas adalah segalanya
Memang, BlackBerry dirancang untuk menunjang produktivitas penggunanya. Namun seiring akrabnya pengguna dengan iPhone dan Android soal produktivitas pun tak lagi hal eksklusif pada ponsel besutan RIM tersebut.

6. Komitmen RIM Diragukan
Ada kalanya ketika RIM dianggap sangat peduli dengan kalangan enterprise. Namun ketika pasar consumer ramai, vendor asal Kanada ini mulai berpaling. Memang kondisi ini membuat RIM serba salah. Namun pengambil keputusan di bidang TI melihat ini sebagai isu penting. Dimana para CIO ingin kebutuhan perusahaan tak mau dinomorduakan dengan segmen pasar.
Read More..